Monday, 20 October 2014

Manusia dan Harapan

ILMU BUDAYA DASAR





Yoga Dwi Laksono
3C414396


Teknik Industri
Tahun 2014
Universitas Gunadarma


Daftar Isi
1. Pengertian Harapan…………………………………………………………......... 1
2. Apa sebab manusia memiliki harapan…………………………………………......  1
3. Kepercayaan…………………………………………………………………….. 2
4. Berbagai Kepercayaan dan Usaha Meningkatkannya……………………………....3
5. Pengalaman Pribadi……………………………………………………………..... 3
6. Daftar Pustaka…………………………………………………………………… 5





Manusia dan Harapan

A. Pengertian Harapan
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mari dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kebapa ahli warisnya. Harapan tersebut tergantung pada tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing.

Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan, misalnya Rafiq mengharapan nilai a ujian yang akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pernah hadir kuliah. Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi.

Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh. Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.

B. Apa Sebab Manusia Memiliki Harapan
Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap Lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Doronngan Kodrat Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, bergembira, dan sebagainya. Kodrat juga terdapat pada binatang, walau bagaimanapun juga besar sekali perbedaannya. Dalam diri manusia masing-masing sudah terjelma sifat, kodrat pembawa dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat atau hidup bersama dengan manusia lain. Dengan Kodrat ini, maka manusia mempunyai harapan. Dorongan kebutuhan hidup Sudah kodrat pula bahwa manusia mempunyai bermacam-macam keebutuhan hidup. Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan manusia lain.

Dengan adanya dorongan kodrat atau dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Kelangsungan hidup (survival) untuk melangsungkan hidupnya manusia membutuhkan sandang pangan dan papan. setiap bayi begitu lahir di bumi menangis, ia telah mengharapkan diberi makan/minum. Sandang, semula hanya berupa perlindungan/keamanan, untuk melindungi dirinya dari cuaca. Papan yang dimaksud adalah tempat tinggal atau rumah. Untuk mencukupi kebutuhan pangan, sandang dan papan itu, maka manusia sejak kecil telah mulai belajar. Keamanan seriap orang membutuhkan keamanan. Bila seorang telah menginjak dewasa, sehingga sudah saatnya Hak dan Kewajiban mencuntai dan dicintai Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Bila seorang telah menginjak dewasa, maka ia merasa sudah dewasa, sehingga sudah saatnya mempunyai harapan untuk dicintai dan mencintai. Status Setiap manusia membutuhkan status.

C. Kepercayaan
Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Dengan contoh berbagai kalimat yang sering kita dengan dalam ucapan sehari-hari itu, maka jelaslah kepada kita, bahwa dasar kepercayaan itu adalah kebenaran Ada jenis pengetahuan yang dimiliki seseorang, bukan karena merupakan hasil penyelidikan sendiri, melainkan diterima dari orang lain. Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberitahukan oleh Tuhan atau tidak langsung kepada manusia. Dalam hal beragama tiap-tiap orang wajib menerima dan menghormati kepercayaan orang yang beragama itu. Kebenaran Kebenaran iatau benar amat penting bagi manusia. Dakam tingkah laku, ucaoan, perbuatan manusia selalu berhati-hati agar mereka tidak menyimpang dari kebenaran. Dalam agama Budha ada ajaran yang dinamakan "jalan utama delapan ruang". Tujuan ajaran itu agar pemeluknya tidak mengalami duka, kegelisahaanm dan ketidakpastian. Ajaran kebenaran itu juuga kita temui dalam agama-agama lain. jelaslah bagi kita, bahwa kebenaran atau benar merupakan kunci kebahagiaan manusia.

            Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah:
a.       Kelangsungan hidup (survival)
b.      Keamanan (safety)
c.       Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d.      Diakui lingkungan (status)
e.       Perwujudan cita-cita (self actualization)

Kebenaran atau benar merupakan kunci kebahagiaan manusia. Itulah sebabnya manusia selalu berusaha mencari mempertahankan, memperjuangkan kebenaran.

Dr. Yuyun Suriasumantri dalam bukunya “filsafat Ilmu, sebuah pengantar Populer ada tiga teori kebenaran sebagai berikut :

1.      Teori kohersi atau konsistensi
Yaitu suatu pernyataan dianggap benar bila penyataan itu bersifat koherensi atau konsisten dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya yang dianggap benar.

2.      Teori korespondensi
Suatu teori yang menjalankan bahwa suatu pernyataan benar bila matei pengetahuan yang dikandung pernyataan itu berkoresponden (berhubungan) dengan obyek yang dituju oleh penyataan tersebut

3.      Teori pragmatis
Kebenaran suatu pernyataan diukur denhan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan praktis.

Dalam berbagai jenis kebenaran tersebut yang selalu diusahakan dan dijaga ialah kebenaran dalam bertindak, berbuat, berucap, berupaya, dan berpendapat. Sebab ketidakbenaran dalam hal-hal itu akan langsung mencemarkan atau menjatuhkan nama baiknya, sehingga orang tidak mempercayainya lagi.

D. Berbagai Kepercayaan dan Usaha Meningkatkannya
Dasar kepercayaan adalah kebenaran, Sumber kebenaran adalah manusia. Kepercayaan dibedakan atas:
1.      kepercayaan pada diri sendiri
2.      kepercayaan kepada orang lain
3.      kepercayaan kepada pemerintah
4.      Kepercayaan kepada Tuhan



Daftar Pustaka
            Ebook Gunadarma, Bab 11, Manusia dan Harapan





Manusia dan Penderitaan

ILMU BUDAYA DASAR





Yoga Dwi Laksono
3C414396

Teknik Industri
Tahun 2014
Universitas Gunadarma



Daftar Isi
1. Pengertian Penderitaan…………………………………………….......... 1
2. Siksaan……………………………………………………………..…... 1
3. Kekalutan Mental……………………………………………………….. 3
4. Hubungan antara penderitaan dan perjuangan …………………………. ...5
5. Penderitaan, Media Masa, Dan Seniman……………………………….... 5
6. Penderitaan dan sebah-sebabnya…………………………………………5
7. Pengaruh penderitaan…………………………………………………….6
8. Pengalaman………………………………………………………………6
9. Daftar Pustaka…………………………………………………………... 8







Manusia dan Penderitaan

A. Pengertian Penderitaan
Pengertian penderitaan itu adalah berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau batin, atau mungkin lahir batin.
Penderitaan juga termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan sendiri itu bertingkat-tingkat, ada yang berat ada juga yang ringan. Namun berbalik kepada kita sendiri, seberapa besarkah penderitaan itu terhadap diri kita. Penderitaan bisa juga dibilang sebagai awal dari pembelajaran atau kebangkitan diri kita, atau mungkin sebagai awalan untuk mencapai suatu kebahagiaan.
Penderitaan pasti dirasakan oleh semua orang, dari orang yang kaya raya, miskin, cantik, tampan, atau orang yang cerdas, pintar genius pun pernah merasakan penderitaan.
Sebagai contoh simplenya, Einstein pernah mengalami kegagalan dalam hubungan pernikahannya dua kali, namun ia tetap melahirkan karya-karya yang luar biasa dalam dunia pendidikan. Dan sebagai contoh lain, Rosul kita Muhammad S.A.W sepanjang hidupnya menderita demi menyelamatkan umatnya. Hasilnya, Islam di junjung tinggi sampai saat ini, karena keteguhannya dan pengorbanan Rosulullah S.A.W.
Penderitaan juga bisa dibilang sebagai peringatan untuk kita agar selalu mengingat dan kembali kepada Allah S.W.T. Namun, manusia nampaknya kurang memperhatikan peringatan tersebut, sehingga terjadilah penderitaan tersebut. Hal itu misalnya ada dalam surat Al-Insyiqoq:6 yang intinya, bahwa manusia harus bekerja keras untuk dapat melangsungkan hidupnya. Unutk  kelangsungan hidupnya, manusia harus menghadapi alam, menghadapi masyarakat sekitarnya, dan yang terpenting tidak boleh lupa terhadap Tuhannya.

B. Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, namun dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani. Akibat dari siksaan adalah penderitaan yang dialami seseorang.
Berita mengenai siksaan kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai contoh dalam berita, seorang terbunuh, diperkosa, dicuri, dirampok, dan sebagainya. Namun, pada segi lain sebuah siksaan atau penderitaan seorang dapat dijadikan keuntungan untuk pohak-pihak jurnalis.
Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan, kesepian, dan ketakutan.
1.      Kebimbangan, dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu.

2.      Kesepian, dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirina sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami oleh petapa atau birawan yang tinggalnya ditempat yang sepi. Kesepian juga merupakan salah satu wujud dari siksaan yang dapat dialami oleh seseorang.

3.      Ketakutan, merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Pada umumnya orang memiliki satu atau lebih phobia ringan seperti takut pada tikus, ular, serangga, dan lain sebagainya, tetapi pada sementara orang ketakutan itu sesedmikian hebatnya sehingga sangat mengganggu. Banyak sebab yang menjadikan seseorang merasa ketakutan, antara lain:

a)      Claustrophobia dan Agoraphobia
Claustrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup. Agoraphobia adalah ketakutan yang disebabkan seseorang berada di tempat terbuka
b)      Gamang, merupakan ketakutan bila seseorang di tempat yang tinggi. Hal itu disebabkan karena ia takut akibat berada di tempat yang tinggi.
c)      Kegelapan, merupakan suatu ketakutan seseorang bila ia berada di tempat yang gelap. Sebab, dalam pikirannya dalam kegelapan demikian akan muncul seesuatu yang ditakuti.
d)     Kesakitan, merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang dialami seseorang yang takut jika akan menimbulkan kesakitan.
e)      Kegagalan, merupakan ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalanjan mengalami kegagalan. Seseorang yang patah hati tidak akan mudah untuk bercinta kembali, karena takut dalam percintaan berikutnya juga akan terjadi kegagalan, trauma yang dialaminya menjadikan dirinyua ketakutan jika sampai terulang kembali.
Apa yang menyebabkan seeseorang menjadi phobia?
Ahli-ahli medis mempunyai pendapat yang berbeda-beda dan banyak penderita yang mempunyai teori tentang asal mula dari ketakutan mereka. Kebanyakan phobianya dimulai dengan suatu schock emosional atau suatu tekanan pada waktu tertentu, misalnya pekerjaan baru, kematian dalam keluarga, suatu operasi atau sakit yang serius. Beberapa penderita mengatakan bahwa mereka memang merasa gelisah dan tertekan sejak masih kanan-kanak, tetapi phobia juga dapat berkembang dalam diri orang-orang yang kelihatannya tenang dan mantap.
Untuk mengatasi phobia yaitu dengan hipnoterapi. mengkondisikan gelombang otak klien pada gelombang alfa atau theta dan menjaganya pada gelombang tersebut. Ketika klien berada pada gelombang alfa atu theta, maka semua memori yang pernah terjadi pada diri klien mulai dari janin sampai dia dewasa dapat diakses atau diingat kembali. Betul, itulah kehebatan pikiran bawah sadar kita yang mampu merekam semua kejadian/peristiwa yang pernah kita alami. Dengan begitu kita dapat mengetahui kapan pertama kali klien mengalami kejadian yang membuatnya phobia. Dengan mengetahui pemicu pertama kalinya klien mengalami phobia, maka hal ini dapat diatasi dengan mudah.

C. Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental. Secara sederhananya, kekalutan mental sama dapat diartikan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga  yang bersangkutan tingkahnya tidak wajar.
Gejala-gejala permulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah :
a.         nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung
b.        nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
a.       gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rokhaninya
b.      usaha mempertahankan diri dengan cara negatif, yaitu mundur atau lari, sehingga cara bertahan dirinya salah; pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya, sehingga tidak menekan perasaannya. Jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan atau memecahkan persoalan.
c.       kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan
 Sebab-sebab timbulnya kekalutan mental itu diantaranya:
a.       kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna
b.      terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada dalam masyarakat, sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi
c.       cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial; over acting sebagai overcompensatie.
Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mendorongnya ke arah
a.    Positif
Trauma (luka jiwa) yang dialami dijawab secara baik sebagai usaha agar tetap survive dalam hidup, misalnya melakukan sholat tahajut waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya, ataupun melakukan kegitan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan.
b.    Negatif trauma yang dialami diperlarutkan atau diperturutkan, sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi,yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan. Bentuk frustasi antara lain :

1.      agresi berupa kemarahan yang meluap-luap akibat emosi yang tidak terkendali dan secara fisik berakibat mudah terjadinya hypertensi (tekanan darah tinggi) atau tindakan sadis yang dapat membahayakan orang sekitarnya.
2.      regresi adalah kembali pada pola reaksi yang primitif atau kekanak-kanakan (infantil), misalnya dengan menjerit-jerit,menangis sampai meraung-raung,memecah barang-barang.
3.      fiksasi adalah peletakan atau pembatasan pada satu pola yang sama (tetap), misalnya dengan membisu, memukul-mukul dada sendiri, membentur-benturkan kepala pada benda keras.
4.      proyeksi merupakan usaha melemparkan atau memproyeksikan kelemahan dan sikap-sikap sendiri yang negatif pada orang lain, kata pepatah: awak yang tidak pandai menari, dikatakan lantai yang terjungkit.
5.      identifikasi adalah menyamakan diri dengan seseorang yang sukses dalam imaginasinya, misalnya dalam kecantikan yang bersangkutan menyamakan diri dengan bintang film, dalam soal harta kekayaan dengan pengusaha kaya yang sukses.
6.      narsisme adalah self love yang berlebihan, sehingga yang bersangkutan merasa dirinya lebih superior daripada orang lain.
7.      autisme adalah gejala menutup diri secara total dari dunia riil, tidak mau berkomunikasi dengan orang lain, ia puas dengan fantasinya sendiri yang dapat menjurus ke sifat yang sinting.

D. Hubungan antara penderitaan dan perjuangan
Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan yang bersifaat kodrati yang sudah menjadi konsekwensi hidup manusia. Karena terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin, bahkan menghindari atau menghilangkan sama sekali. Sehingga manusia hidup tidak boleh pesimis, yang menganggap sebagai rangkaian penderitaan, melainkan optimis, berusaha mengatasi kesulitan hidup.
Pembebasan dari penderitaan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup. caranya yaitu berjuang menghadapi tantangan hidup dalam alam lingkungan, masyarakat sekitar, dengan waspada, dan disertai doa kepada Tuhan supaya terhindar dari bahaya dan malapetaka. Manusia hanya merencanakan dan Tuhan yang menentukan.

E. Penderitaan, Media Masa, Dan Seniman
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi berbagai media dengan maksud supaya semua orang yang menyaksikan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Dengan demikian dapat menggugah hati manusia untuk berbuat sesuatu.
Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat segera menilai untuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang simpati. Tetapi tidak kalah pentingnya komunikiasi yang dilakukan para seniman melalui karya seni, sehingga para pembaca, penontonnya dapat menghayati penderitaan sekaligus keindahan karya seni.

F. Penderitaan dan sebah-sebabnya
Apabila kita kelompokkan secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan dapat diperinci sebagai berikut :
1.      Penderitaan yang timbul karena perbuatan manusia Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dengan alam sekitarnya. Penderitaan ini kadang disebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat memperbaiki nasibnya. Perbedaan nasib buruk dan takdir, kalau takdir Tuhan yang menentukan sedangkan nasib buruk itu manusia penyebabnya.

2.      Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan / azab Tuhan Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat atau siksaan / azab Tuhan. Namun kesabaran, tawakal, dan optimisme dapat merupakan usaha manusia untuk mengatasi penderitaan itu. Banyak contoh kasus penderitaan semacam ini dialami manusia.

G. Pengaruh penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri. Sikap ini diungkapkan dalam peribahasa “sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna”, “nasi sudah menjadi bubur”.
            Sikap positif yaitu sikap optimis mengatasi penderitaan hidup, bahwa hidup bukan rangkaian penderitaan, melainkan perjuangan membebaskan diri dari penderitaan, dan penderitaan itu adalah hanya bagian dari kehidupan. Sikap positif biasanya kreatif, tidak mudah menyerah, bahkan mungkin timbul sikap keras atau sikap anti, misalnya anti kawin paksa, ia berjuang menentang kawin paksa; anti ibu tiri, ia berjuang melawan sikap ibu tiri; anti kekerasan, ia berjuangan menentang kekerasan, dan lain-lain.
            Apabila sikap negatif dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya. Penilaian itu dapat berupa kemauan untuk mengadakan perubahan nilai-nilai kehidupan dalam masyarakat dengan tujuan perbaikan keadaan.keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.



Daftar Pustaka

            Ebook Gunadarma, Bab 6, Manusia dan Penderitaan

Sunday, 5 October 2014

Manusia dan Kebudayaan

ILMU BUDAYA DASAR



Yoga Dwi Laksono
NPM: 3C414396
Kelas : 1ID16


Tahun 2014
Universitas Gunadarma


Daftar Isi

1. Manusia…………………………………………………………………. 1
2. Hakekat Manusia……………………………………..……………….… 2
3. Pengertian Kebudayaan…………………………………………………. 3
4. Unsur-unsur Kebudayaan………………………………….……………. 3
5. Wujud Kebudayaan…………………….……………………………….. 4
6. Perubahan Kebudayaan…………………………………………………. 5
7. Kaitan Manusia dan Kebudayaan…..…………………………………… 5
8. Pengalaman Kebudayaan.………………………………………………. 6
9. Pengalaman Kebudayaan…………….…………………………………. 8
10. Daftar Pustaka...……………………………………………………….. 10





MANUSIA DAN KEBUDAYAAN

            Manusia dan kebudayaan memiliki hubungan yang tidak bisa dipisahkan. Secara sederhana hubungan antara manusa dengan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia.

A. Manusia
            Manusia di dunia dapat dipandang dari banyak segi. Dari segi ilmu kimia, manusia merupakan kumpulan dari partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan sistem yang dimiliki oleh manusia. Dari segi ilmu fisika, manusia merupakan kumpulan dari berbagai sistem fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan dari energi. Dari segi ilmu biologi, manusia merupakan makhluk biologis yang tergolong dalam golongan makhluk mamalia. Dari segi ilmu ekonomi, manusia merupakan makhluk yang selalu ingin memperoleh keuntungan, sering disebut homo economicus. Dari segi ilmu sosiologi, manusia merupakan makhluk social yang tidak dapat beridiri sendiri. Dari segi ilmu politik, manusia merupakan makhluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan, dan lain-lain.
            Dari definisi-definisi tersebut diatas kita dapat melihat bahwa manusia selain dapat dipandang dari banyak segi, juga mempunyai banyak keinginan.
            Ada dua pandangan yang merupakan acuan untuk menjelaskan tentang unsur-unsur yang membangun manusia,
1.      Manusia itu sendiri dari empat unsur yang saling terkait, yaitu:
a)      Jasad, yaitu badan yang Nampak dilihat, dapat diraba, dan menempati ruang waktu
b)      Hayat, yaitu mengandung unsur hidup yang ditandai dengan gerak
c)      Ruh, yaitu daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebenaran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan
d)     Nafs, dalam pengertian diri atau keakuan, yaitu kesadaran tentang diri sendiri

2.      Manusia sebagai satu kepribadian mengandung tiga unsur yaitu:

a)      Id, yang merupakan struktur kepribadian yang paling primitif dan paling tidak nampak. Id merupakan energi psikis yang menunjukkan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex, yang secara instingtual menentukan proses-proses ketidaksadaran. Id tidak berhubungan dengan lingkungan luar diri,tetapi terkait dengan struktur lain kepribadian yang pada gilirannya menjadi mediator antara insting Id dengan dunia luar. Terkukung dari realitas dan pengaruh social Id diatur oleh prinsip kesenangan, mencari kepuasan instingtual libidinal yang harus dipenuhi baik secara langsung melalui pengalaman seksual atau tidak langsung melalui mimpi atau khayalan. Proses pemenuhan kepuasan yang disebutkan terakhir yang dilakukan secara tidak langsung disebut sebagai proses primer. Obyek yang nyata dari pemuasan kebutuhan langsung dalam prinsip kesenangan ditentukan oleh tahap psikoseksual dari perkembangan individual.

b)      Ego, merupakan bagian atau struktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seringkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energi Id kedalam saluran social yang dapat dimengerti oleh orang lain. Ego diatur oleh prinsip realitas, Ego sadar akan tuntunan lingkungan luar, dan mengatur tingkah laku sehingga dorongan instingtual Id dapat dipuaskan dengan cara yang dapat diterima.

c)      Superego, merupakan merupakan kesatuan standar-standar moral yang diterima oleh ego dari sejumlah agen yang mempunyai otoritas di dalam lingkungan luar diri, biasanya merupakan asimilasi dari pandangan-pandangan orang tua. Baik aspek negative maupun positif dari standar moral tingkah laku ini diwakilkan atau ditunjukkan oleh superego.

B. Hakekat Manusia
a)      Makhluk ciptaan tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat dan dirasakan wujudnya tetapi tidak abadi. Jiwa terdapat didalam tubuh, tidak dapat dilihat dan diraba, sifatnya abstrak tetapi abadi. Jika manusa meninggal, jiwa lepas dari tubuh dan kembali ke asalnya yaitu Tuhan.

b)      Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya
Kesempurnaanya terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkap oleh penciptanya dengan akal, perasan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusa. Dengan akal, manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya nilai baik dan buruk, mengharuskan manusa mampu mempertimbangkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Adanya nilai baik dan buruk, mengharuskan manusa mampi mempertimbangkan, meniai dan berkehendak. Dengan adanya perasaan, manusia mampi menciptakan kesenian.

c)      Makhluk biokultural (makhluk hayati yang budayawi)
Manusia adalah produk dari interaksi faktor-faktor hayati dan budayawi. Manusia juga sebagai makhluk yang memiliki budaya.

d)     Makhluk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya
Semakin dekat seseorang dengan Tuhan, semakin dekat pula ia menju kesempurnaan dan semakin jauh ia dilepaskan dari rasa kekhawatiran. Semakin mendalam penghayatan terhadap Tuhan semakin bermakna pula kehidupannya, dan akan terungkap pula kenyataan manusa individual atau kenyataan manusa subyektif yang memiliki harkat dan martabat tinggi.

C. Pengertian Kebudayaan
            Kebudayaan jika dikaji dari asal kata Bahasa sansekerta berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam Bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colere, yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia, mengacu pada pola-pola perilaku yang ditularkan secara social, yang merupakan kekhususan kelompok social tertentu.
            Definisi Kebudyaan itu sendiri adalah sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga dalam kehidupan sehari-hari, kebudayaan itu bersifat abstrak. Namun kebudayaan juga dapat kita nikmati dengan panca indera kita. Lagu, tari, dan bahasa merupakan salah satu bentuk kebudayaan yang dapat kita rasakan.

D. Unsur-unsur Kebudayaan
            Suatu kebudayaan tidak akan pernah ada tanpa adanya beberapa sistem yang mendukung terbentuknya suatu kebudayaan, sistem ini kemudian disebut sebagai unsur yang membentuk sebuah budaya, mulai dari bahasa, pengetahuan, tekhnologi dan lain lain. C. Kluckhohn di dalam karyanya berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan, bahwa ada tujuh unsur kebudayaan universal, yaitu:
1)      Sistem Religi, yaitu rangkaian keyakinan mengenai alam gaib, aktivitas upacaranya serta sarana yang berfungsi melaksanakan komunikasi manusia dengan kekuatan alam gaib.

2)      Sistem oraganisasi kemasyarakatan, yaitu keseluruhan sistem yang mengatur semua aspek kehidupan masyarakat dan merupakan salah satu dari unsur kebudayaan universal.

3)      Sistem pengetahuan, yaitu semua hal yang diketahui manusia dalam suatu kebudayaan mengenai lingkungan alam maupun sosialnya menurut azas – azas susunan tertentu.

4)      Sistem mata pencaharian hidup dan sistem-sistem ekonomi, yaitu rangkaian aktivitas masyarakat yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam konteks kebudayaan.

5)      Sistem teknologi dan peralatan, yaitu rangkaian konsep serta aktivitas mengenai pengadaan, pemeliharaan, dan penggunaan sarana hidup manusia dalam kebudayaannya.

6)      Bahasa, yaitu suatu sistem perlambangan yang secara arbitrel dibentuk atas unsur – unsur bunyi ucapan manusia yang digunakan sebagai gagasan sarana interaksi.

7)      Kesenian, yaitu suatu sistem keindahan yang didapatkan dari hasil kebudayaan serta memiliki nilai dan makna yang mendukung eksistensi kebudayaan tersebut.

E. Wujud Kebudayaan
            Menurut dimensi wujudnya, kebudayaan mempunyai tiga wujud, yaitu:
1)      Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia:
Wujud ini sering disebut sistem budaya, sifatnya abstrak, tidak dapat dilihat, dan berpusat pada kepala-kepala manusia yang menganutnya, atau dengan perkataan lain, dalam alam pikiran warga masyarakat dimana kebudayaan bersangkutan hidup.

2)      Kompleks Aktivitas
Sistem sosial yang terdisi dari aktivitas-aktivitas manusia yang berinteraksi, berhubungan, serta bergaul satu dengan yang lain menurut pola-pola tertentu yang berdasarkan adat dan tata kelakuan.

3)      Wujud sebagai benda
Aktivitas manusia tidak lepas dari penggunaan peralatan untuk mencapau tujuannya. Aktivitas manusia tersebut menghasilkan benda untuk berbagai keperluan hidupnya.



F. Perubahan Kebudayaan
            Pengertian perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidak sesuaian diantara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan.
Perubahan ini  selain karena jumlah penduduk dan komposisinya, juga karena adanya difusi kebudayaan, penemuan baru, berupa teknologi dan inovasi.
 Suatu masyarakat hidup bertetangga dengan masyarakat-masyarakat lainnya dan antara mereka terjadi hubungan-hubungan. Pada saat itulah unsur-unsur masing-masing kebudayaan saling menyusup. Akhirnya kebudayaan lama bisa tergeser ataupun tetap. Beberapa masalah yang menyangkut proses ini adalah:
a.       Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang mudah diterima
b.      Unsur-unsur kebudayaan asing manakah yang sulit diterima
c.       Individu-individu manakah yang cepat menerima unsur-unsur yang baru
d.      Ketegangan-ketegangan apakah yang timbul sebagai akibat akulturasi tersebut

1.      Pada umumnya unsur kebudayaan asing yang mudah diterima adalah:
o   Unsur kebudayaan kebendaan seperti peralatan yang sangat mudah dipakai dan dirasakan
o   Unsur yang membawa manfaat besar
o   Unsur yang mudah disesuaikan dengan keadaan masyarakat yang menerima unsur tersebut
2.      Unsur kebudayaan yang sulit diterima oleh suatu masyarakat misalnya:
o   Unsur yang menyangkut sistem kepercayaan
o   Unsur yang dipelajari pada taraf pertama sosialisasi

G. Kaitan Manusia dan Kebudayaan
            Dalam sosiologi, manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal, maksudnya bahwa walaupun keduanya berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayan, dan setelah kebudayaan itu tercipta maka kebudayaan mengatur hidup manusia agar sesuai dengannya. Tampak bahwa keduanya akhirnya merupakan satu kesatuan. Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan ketika manusia sebagai perilaku kebudayaan,dan kebudayaan tersebut merupakan objek yang dilaksanakan sehari-hari oleh manusia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia itu sendiri.





Daftar Pustaka


Ebook Gunadarma, Manusia dan Kebudayaan




Share it!

>

Baca lagi

adsense